MASIH LAJANG ?

MASIH LAJANG?

BERMASALAH DENGAN KEUANGAN?

BACA ARTIKEL INI!                                                    lajang

Belum habis bulan tetapi dompet Anda sudah kosong? Wah, jangan biarkan ini terjadi apalagi Anda masih lajang dengan penghasilan yang lumayan bagus. Status lajang memang enak karena Anda masih terbebas dari berbagai tanggungan. Tapi kebebasan ini bukan berarti Anda hidup bebas dari perencanaan keuangan yang jitu.

Karir yang terus meningkat harus didukung kemapanan finansial. Jika tidak, percuma saja Anda memburu karir tetapi masalah keuangan tetap memburu Anda setiap bulan. Segera lakukan 6 (enam) aksi ini jika Anda ingin tidur nyenyak.

Aksi Pertama: Lakukan Financial Check Up Sekarang!
Sebelum pasrah pada seorang perencana keuangan (financial planner), Anda sendirilah yang harus segera lakukan pemeriksaan (check-up) keuangan Anda. Jika Anda kurang disiplin mencatat pengeluaran atau bahkan tidak sama sekali, maka mulailah mencatatnya sekarang. Amati lalu-lintas pemasukan dan pengeluaran. Amati pada pos mana pengeluaran menjadi tak terkendali.

Kebanyakan lajang selalu terjebak pada gaya hidup konsumtif. Anda akan terkaget-kaget jika mendapati catatan besarnya dana pembelian perangkat elektronik (gadget) dan yang Anda habiskan untuk bergaul (hangout) di akhir pekan. Kurangi atau ubah gaya hidup Anda. Jika akan melakukan pembelian dengan dana yang besar, pikirkan dulu selama 24 jam sebelum memutuskan.

Periksa lagi porsi pengeluaran Anda. Berikan batas alokasi yang jelas dan ketat. Misalnya:

  • 50% untuk kebutuhan rutin sehari-hari (transportasi dan makan)
  • 15% untuk hiburan / entertainment (hangout atau liburan) dan pengembangan diri (buku atau kursus)
  • 15% untuk pengelolaan utang
  • 10% untuk dana darurat
  • 10% untuk tabungan

Sesuaikan porsi di atas sesuai dengan keadaan Anda dan latih kedisiplinan. (untuk asuransi??)

Aksi Kedua: Tinjau Kembali Tujuan Jangka Panjang

Anda mungkin lupa dengan rencana jangka panjang Anda. Kesibukan yang padat dan sangat menyita pikiran sering membuat Anda terlena. Saatnya Anda ingat kembali rencana menikah, impian membeli rumah atau membuka usaha sampingan.

Tinjau kembali semua tujuan yang pernah Anda ikrarkan. Masih berapa lama lagi? Sejauh mana upaya Anda? Kedua pertanyaan ini akan menuntun analisis tinjauan Anda itu. Tuliskan kembali dengan strategi terbaru. Jika telah berantakan, ubah kembali strategi keuangan dan target waktu sehingga Anda memiliki semangat keberhasilan yang baru.

Memang enak jika hidup dibiarkan mengalir seperti air. Tetapi Anda harus mengerti ke mana mengalirnya. Selalu mengingat tujuan jangka panjang membuat Anda punya kontrol untuk mencapainya.

Aksi Ketiga: Kontrol Utang Sebelum Utang Mengontrol Anda

Berhentilah menambah utang baru. Minimalkan pemakaian kartu kredit. Bayarlah dengan tunai. Tidak bijak menggunakan kartu kredit hanya akan menambah utang baru dan membuatnya bergulung jika tidak dilunasi secara penuh tepat waktu.

Buat daftar utang Anda. Pada cicilan tetap seperti kredit kendaraan, lengkapi besar nilainya dengan jangka waktu yang tersisa. Hindari denda dan bunga atas tunggakan. Jika Anda mendapat komisi besar atau bonus tahunan, segeralah mengajukan pelunasan sebagian atau menutup tunggakan kartu kredit. Perlakukan kedua sumber dana ini sebagai pendorong pelunasan utang lebih cepat.

Aksi Keempat: Revitalisasi Tabungan
Apakah jumlah tabungan Anda tidak pernah bertambah? Apakah Anda sama sekali malah tidak bisa menabung? Apa pun jawabannya, lakukan revitalisasi tabungan.

Biasakan Anda menabung berapapun besarnya setiap bulan. Walau utang Anda masih menumpuk, kebiasaan ini akan membiasakan diri Anda disiplin menabung. Salah satu cara lain untuk menambah pundi-pundi uang Anda adalah dengan mengurangi alokasi anggaran belanja. Teknisnya, sisihkan 10% persen dari setiap penghasilan untuk simpanan.

Menabunglah dengan dua tujuan. Pertama adalah dana darurat yang nilainya sedikitnya sekitar enam bulan penghasilan bulanan. Fungsi dari dana cadangan adalah untuk jaga-jaga kalau karena alasan apapun Anda berhenti bekerja. Enam bulan adalah waktu yang memadai untuk mencari pekerjaan baru. Yang kedua adalah untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda.

Jika keuangan Anda mulai membaik, mulailah berpikir untuk berinvestasi untuk mengoptimalkan dana tabungan Anda. Reksa dana, valuta asing, emas atau tanah, masing-masing mempunyai karakteristik kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan keadaan Anda.

Aksi Kelima: Lindungi Sumber Keuangan Anda!
Anda adalah sumber keuangan utama Anda sendiri! Anda perlu sehat untuk tetap bekerja menghasilkan uang. Jika kendaraan dan rumah telah Anda asuransikan dari risiko kerugian, apakah Anda mengasuransikan diri sendiri sebagai sumber penghasilan utama itu?

Perlindungan keuangan harus mencakup risiko tak terduga dan tujuan jangka panjang. Risiko tak terduga bisa terjadi seperti penyakit kritis atau kecelakaan yang membuat Anda tidak bisa bekerja lagi. Risiko lain adalah kematian yang membuat Anda tidak perlu merepotkan keluarga. Dalam tujuan jangka panjang, program jaminan pensiun sudah harus dimulai sedini mungkin.

Aksi Keenam: Manfaatkan Sumber Lain
Apalagi sumber keuangan yang Anda miliki selain gaji bulanan, komisi dan bonus tahunan? Ada dua strategi yang bisa digunakan. Pertama, manfaatkan kemampuan lain dari diri Anda misalnya menulis, melukis atau desain grafis. Selain menjadi sumber penghasilan tambahan, waktu luang Anda akan terisi dengan positif. Anda akan terhindar mengisi waktu luang berfoya-foya yang justru menambah beban keuangan.

Yang kedua adalah dengan melihat kembali barang-barang yang jarang Anda gunakan dan tidak untuk dikoleksi. Contohnya, perangkat elektronik/gadget. Seringkali Anda tergoda membeli perangkat elektronik/gadget keluaran terbaru padahal tidak terlalu membutuhkannya. Akhirnya Anda memiliki dua perangkat elektronik / gadget dengan fungsi yang sama. Jual saja yang lainnya!

Selamat beraksi!

Dari http://www.livingwell.co.id/

Posted in Story | Leave a comment

Kesuksesan finansial menurut generasi milenium

sukses

Anda hanya hidup satu kali. Prinsip you only live once (YOLO) ini menggambarkan pola pikir sosial generasi milenium. Tak jarang, orang yang termasuk generasi milenium biasanya dianggap sebagai orang yang tidak memiliki tanggung jawab finansial.

Pada kenyataannya, generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga awal tahun 2000-an ini tumbuh dalam kekuatan finansial. Mereka bukanlah generasi yang buta secara finansial seperti perkiraan banyak orang. Dalam pola pikir keuangan, moto YOLO tidak berlaku bagi mereka.

Awal pekan ini, situs media sosial Facebook merilis sebuah laporan bertajuk Millennials+money: The unfiltered journey. Laporan ini merupakan hasil survei dan analisis percakapan terhadap pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS) yang tegolong ke dalam kelompok pekerja di rentang usia 21 tahun hingga 24 tahun. Laporan ini bertujuan untuk mengamati perilaku keuangan generasi milenium sekaligus memahami relasi mereka dengan uang.

Survei ini melibatkan 70 juta pekerja berusia 21-34 tahun di AS yang menjadi pengguna Facebook. Sebanyak 46% dari jumlah tersebut tergolong makmur dengan penghasilan per tahun di atas US$ 75.000.

Berdasarkan laporan ini, generasi milenium memiliki dua prioritas finansial utama. Sebanyak 43% responden mengatakan, prioritas finansial mereka adalah membayar utang. Sedangkan sebanyak 38% responden menjadikan tabungan untuk masa depan sebagai prioritas.

Beban utang yang begitu berat membikin generasi milenium mendefinisikan ulang arti kesuksesan finansial. Sebanyak 46% responden mengatakan, kesuksesan finansial berarti bebas dari utang. Hanya 13% responden yang mengartikan pensiun sebagai kesuksesan finansial dan hanya 21% yang menerjemahkan memiliki rumah sebagai kesuksesan finansial.

Demi melunasi utang, generasi milenium alias generasi Y memahami bahwa mereka harus menghindari timbulnya utang tambahan. Ini terlihat dari cara mereka membayar barang-barang kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 57% generasi milenium di AS memilih membayar dengan uang tunai dibandingkan membayar secara kredit. Bahkan, generasi Y yang 2,2 kali lebih makmur dibandingkan generasi X lebih senang membayar secara tunai.

Lepas dari apakah mereka memiliki kartu kredit atau tidak, sebanyak 25% generasi milenium menganggap kartu kredis berpotensi memperburuk kondisi keuangan mereka. Sedangkan 30% responden merasa tidak yakin bagaimana kartu kredit bisa membantu keuangan mereka.

Selain bebas dari utang, prioritas kedua generasi milenium adalah menabung. Sebanyak 86% responden mengganggap tabungan sebagai hal penting. Sebanyak 54% generasi milenium memiliki tabungan lantaran mereka ingin bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan mereka. Sebanyak 20% responden menabung untuk dana darurat. Sedangkan hanya 17% responden menabung untuk membeli rumah dan membiayai pensiun.

Meski begitu, generasi milenum tampaknya kurang tertarik berinvestasi. Sebanyak 12% responden beralasan, ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan menjadi penghalang bagi mereka untuk berinvestasi. Sebanyak 54% responden tidak berinvestasi lantaran merasa tidak memiliki uang. Sedangkan 24% responden tidak berinvestasi karena tidak memiliki cukup pengetahuan tentang investasi.

Facebook juga melaporkan, meski memiliki tanggung jawab, generasi milenium belum cukup mengambil tanggung jawab atas nasib keuangan mereka. Mereka bertanggung jawab tanpa disertai perencanaan. Hanya 37% responden yang memiliki rencana keuangan. Sedangkan sebanyak 16% responden tidak yakin apakah mereka memiliki rencana keuangan. Bagi mereka yang tidak memiliki, rencana keuangan terasa di luar jangkauan. Bahkan, sebanyak 52% responden tidak tahu bagaimana memulai dan menyusun perencanaan keuangan.

Reporter Herry Prasetyo
Editor Herry Prasetyo
RENCANA KEUANGAN UNTUK GENERASI MILENIUM
summer : kontan.co.id
Selasa, 26 Januari 2016 / 19:33 WIB

Posted in Story | Leave a comment

Prudential merilis PRUlink syariah edu protection

 

 

pep

JAKARTA. Masyarakat kini punya lebih banyak pilihan asuransi yang bersifat syariah. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah meluncurkan PRUlink syariah edu protection. Produk anyar ini untuk melengkapi produk asuransi jiwa untuk dana pendidikan anak PRUlink edu protection yang diluncurkan pada September 2015 lalu.

Asuransi ini diluncurkan untuk menjangkau segmen masyarakat yang ingin memastikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, serta tertarik untuk tahu lebih banyak mengenai asuransi jiwa syariah. Rinaldi Mudahar, Presiden Direktur Prudential Indonesia mengatakan, produk ini serupa dengan produk konvensional yang diluncurkan sebelumnya, di mana merupakan produk asuransi pendidikan yang terkait investasi (unitlink) dengan beragam manfaat untuk melindungi rencana pendidikan anak.

Produk baru ini dirancang sesuai prinsip syariah dengan manfaat perlindungan asuransi jiwa yang ditujukan untuk membantu perencanaan keuangan bilamana musibah datang.

“Seperti produk versi konvensionalnya, PRUlink syariah edu protection juga memberikan inovasi manfaat bulanan berupa dana tunai yang dapat digunakan sampai anak berusia 18 atau 25 tahun (sesuai pilihan di awal), serta kontribusi (premi) yang akan diteruskan pembayarannya oleh Prudential, apabila terjadi risiko terhadap orang tua, seperti meninggal dunia, mengalami kondisi kritis, atau menderita cacat total dan tetap,” terang Rinaldi melalui keterangan resmi yang diterima KONTAN, Rabu (2/3).

Manfaat bulanan berupa dana tunai yang diberikan tersebut dapat digunakan untuk membantu membiayai pengeluaran rutin penunjang pendidikan formal seperti biaya ekstrakurikuler yang mencakup kursus seperti musik, bahasa, bimbingan belajar, olah raga, dan aktivitas lainnya yang akan membantu anak-anak dalam mempersiapkan masa depan mereka.

Sebagai produk unit link, lanjut Rinaldi, produk ini tentu juga menawarkan potensi hasil investasi jangka panjang yang dapat digunakan untuk biaya pendidikan tinggi anak di masa depan, akan lebih baik apabila disiapkan lebih dini oleh para orang tua.

Reporter Dina Farisah

Editor Dupla KS

Sumber Kontan.co.id

Rabu, 02 Maret 2016 / 18:40 WIB

Posted in Berita Asuransi | Leave a comment

UANG

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Bagaimana Uang menurut Anda ?

Posted in Story | Leave a comment

Catatan perjalanan …

Tulisan ini di SALIIN DARI BLOG milik http://tantikursyaf.blogspot.com

beberapa waktu lalu di negara “buatan”

hah…akhirnya, sempet juga nulis lagi. 🙂
 
so, kali ini mau crita sedikit aja soal perjalanan saya dan teman-teman ke singapore beberapa waktu lalu. hmm..ga banyak juga sih yang bisa dicritain ( BOHONG BANGEEET!) hehehe. dari cerita kebiasaan nyebrang sakti khas jakarta yang kita bawa2 ampe singapur, nyasar,sampe gue yang percaya aja lagi ada cewe-cewe pada nari India di mustafa pas tengah malem..rrrrrr -____- 
 
katanya, “Travel is that one boarding pass you keep in your wallet to remind yourself one day when you’re gray and old that you were once cool.”
ini perjalanan perdana gue bareng temen2 kantor ke luar negeri jadi maklumin aja kalo rada norak. (RADA TI?RADA???) makanya waktu lolos cek imigrasi dan akhirnya paspor kita masing2 di cap rasanya… aaaaahhh legaaa 😀 
dari masuk pesawat, kita udah heboh..foto sana foto sini..sampe pramugara  nya juga ikutan foto..doooh.
========
mau tahu lebih seru lagi ?  sila simak selengkapnya di http://tantikursyaf.blogspot.com
sponsor perjalanan :
@masluluk @ibtedja @krismoel @rinokur @inalfagundez
@iifC4 @chewy_dewi @julesjuntar @oliverpool @antinyajijahImage
 
Kedoya, 4 April 2012
Saat Jakarta banyak banjir
 
 
 
 
Posted in Story | Leave a comment

Indonesia di Maret

Entah bagaimana memulai mengurai benang kusut permasalahan negeri ini. Hampir di semua bidang dan sendi kehidupan begitu riuh dan sesak dengan berbagai masalah. Begitu banyak pula wacana solusi dari berbagai pihak yang tentu berkompeten dan setidaknya mumpuni di bidangnya, namun seolah menggarami lautan.

Saling menyalahkan tak pernah henti, kepura puraan dipertontonkan dengan vulgar, tak ada empati terhadap penderitaan sesama. Duh Gusti, mesti dengan cara apa lagi rakyat ini mengubah nasibnya, membalikkan kutukan kekayaan negeri ini.

Begitu paradoknya negeri ini, kaya tetapi miskin, mengaku religius tetapi pemakan sesama, teriak anti korupsi tetapi memanipulasi, teriak kesejahteraan rakyat namun antipati terhadap perubahan dari ‘rakyatnya’.

Kita adalah bagian dari masa kini, kita bertanggung jawab untuk masa depan negeri ini. Berubahlah anak negeri… berubahlah… rubah pribadi kita … ya diri kita sendiri …

Jatiwarna, 8 maret 2012

cukup itu cukup

Posted in Story | Leave a comment

Dia Peduli

Ketika badai melanda hidup,                                                                                                   seakan daya tercedera.                                                                                                              Angan dan bayang menelusup,                                                                                                  Membawa butiran cerita.

Seakan lorong panjang tak bertepi,                                                                                                    tangis sembab menggantung rasa,                                                                                     Memecah sunyi malam sendiri                                                                                                   Merebak semilir dalam jiwa

Tuhan kuatkan dia,                                                                                                                   perempuan tangguh nan jelita                                                                                                  Karna kuyakin dan percaya,                                                                                                            Kau peduli dan penuh kuasa

Semarang, 261010;20.08

Untuk sang Putri tangguh nan jelita

 

Posted in Puisi | Leave a comment